Kekerasan Seksual pada anak

Istilah pacaran sungguh sangat tidak asing di masa sekarang ini. Bahkan anak usia SD pun sudah nampak sangat fasih bicara soal pacaran. Mungkin ini akibat maraknya lagu menyebutkan kata cinta, pacar, sayang, dan lain sebagainya

Surat Untuk Nona Rambut Tabongkar 2

Teruntuk beta pung Nona rambut tabongkar tersayang... Apa kabar, sayang? Entah ini hari yang ke berapa katong su sonde saling bertegur sapa. Ya. Bukan waktu yang lama memang, tapi su cukup untuk membuat beta merindukan senyum dan sapaan hangat dari nona.

Kamu pasti tau kenapa ini tercipta....

SEPI bukan berarti HILANG... DIAM bukan berarti LUPA... JAUH bukan berarti PUTUS... SENDIRI bukan berarti MATI... Yang pasti saat MATI, tentu SENDIRI....

Pada Suatu Hari....

Pasti akan ada satu hari. Di mana kamarku mendadak senyap. Tanpa celotehan dan suara nada dering ponsel, serta tak ada lagi suara dari putaran kipas angin laptop.

Belajar dari Lentera Alam Learning Community for Women and Children

Kemarin perempuan muda, cantik dan bersahaja itu berkata pada saya, "tak harus mengeluarkan banyak uang untuk bisa membahagiakan dan menyenangkan anak-anak

Tampilkan postingan dengan label Bioskop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bioskop. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 November 2013

Lima Film Baru yang Diangkat dari Novel Remaja

Sejak kesuksesan seri film “Harry Potter” dan “Twilight”, studio-studio besar di Hollywood berlomba-lomba untuk menciptakan franchise film remaja berikutnya. Meski ada yang memiliki awal menjanjikan seperti “The Hunger Games” (2012), ada juga yang harus menghadapi kerugian seperti “Percy Jackson: Sea of Monsters” (2013).

Tahun ini, penonton telah disuguhi dengan “Beautiful Creatures” dan “The Mortal Instruments: City of Bones” yang sama-sama kandas di pasaran. Meski kerap gagal, film-film adaptasi dari novel remaja tak berhenti diproduksi. Tren pembuatan film dari novel remaja mungkin nantinya perlahan mati, namun sampai tahun depan Hollywood masih akan mencoba memasarkan film-film sejenis. Beberapa bisa saja berhasil menjaring penggemar baru, sisanya mungkin akan langsung dilupakan orang.

Apa saja film-film berisiko ini? Berikut adalah lima film adaptasi novel remaja yang akan segera dirilis:


1. Ender’s Game
Dirilis tahun 1985, “Ender’s Game” adalah novel remaja paling tua dalam daftar ini. Cerita fiksi ilmiah karangan Orson Scott Card ini sudah lama menarik minat berbagai studio film, tapi baru sekarang kisah hidup Ender Wiggin akhirnya dapat muncul di layar lebar. Gavin Hood yang merupakan penggemar bukunya terlibat sebagai penulis naskah dan sutradara. Keterlibatan Hood dalam film ini sudah cukup lama, karena ia sudah menulis konsep awal naskah “Ender’s Game” empat tahun yang lalu.
ender's game

Meski bukunya punya banyak penggemar dan filmnya sudah lama dinanti, proyek “Ender’s Game” cukup terganggu ketika beberapa waktu lalu diboikot oleh Geeks Out. Posisi Card yang dikenal cukup frontal menentang kaum Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) membuat dirinya kehilangan simpati dari banyak penggemar film fiksi ilmiah yang tidak sependapat dengan opininya. Lionsgate Entertainment sendiri secara diplomatis menjaga jarak dengan Card serta meyakinkan bahwa pandangan sang novelis sama sekali tidak berpengaruh pada pengembangan filmnya.

Sinopsis: Di masa depan, ras alien berbahaya yang disebut Formics telah menyerang Bumi. Bila bukan karena kehadiran pahlawan legendaris dari International Fleet Commander bernama Mazer Rackham (Ben Kingsley), Bumi pasti telah hancur. Sebelum serangan besar lainnya menyusul, Kolonel Hyrum Graff (Harrison Ford) pun mencari anak-anak muda berbakat untuk dijadikan penerus dari Rackham. Ender Wiggin (Asa Butterfield), seorang anak laki-laki pemalu dengan otak brilian, terpilih untuk masuk dalam pelatihan ini. Kemampuan Ender yang menonjol di sekolah ini pun dianggap sebagai harapan besar dari pihak militer. Di bawah ajaran dari Mazer Rackham sendiri, Ender pun mencoba untuk menjadi pemimpin dari pasukan penyelamat Bumi.

Sutradara: Gavin Hood
Pemeran:
Asa Butterfield (Ender Wiggin), Hailee Steinfeld (Petra Arkanian), Abigail Breslin (Valentine Wiggin), Harrison Ford (Colonel Hyrum Graff), Ben Kingsley (Mazer Rackham), Viola Davis (Major Gwen Anderson)
Tanggal Rilis:
1 November 2013 (Amerika Serikat)

2. Seventh Son
Seperti beberapa film dalam daftar ini, “Seventh Son” yang diadaptasi dari “The Spook’s Apprentice” karya Joseph Delaney tadinya akan dirilis di bulan Februari. Tetapi, perpisahan antara Legendary Pictures dan Warner Bros. membuat hak distribusi film ini berpindah ke Universal Pictures. Sungguh disayangkan, karena “Seventh Son” akhirnya digeser rilisnya menjadi Januari, bulan dimana banyak film gagal untuk mencetak pendapatan besar. Film terakhir Jeff Bridges sendiri, “R.I.P.D.”, baru saja rugi besar. Kalau “Seventh Son” juga nantinya bernasib sama, Universal pasti akan sangat kesal karena kedua film ini dirilis di bawah distribusi mereka. 
Seventh Son

Sinopsis: Master Gregory (Jeff Bridges) adalah seorang ksatria yang telah memenjarakan penyihir jahat dengan kekuatan besar bernama Mother Malkin (Julianne Moore). Setelah terkurung selama ratusan tahun, Mother Malkin akhirnya meloloskan diri dan kini berniat untuk balas dendam. Dengan waktu yang sangat terbatas, Master Gregory pun bergegas mencari seorang murid baru. Pilihannya jatuh pada Tom Ward (Ben Barnes), putra ketujuh dari seorang ayah yang juga merupakan anak ketujuh. Tapi, bila Gregory biasanya punya waktu tahunan untuk melatih muridnya, kali ini ia harus melatih Tom hanya dalam hitungan hari demi menghadapi teror Madam Malkin.

Sutradara: Sergey Bodrov
Pemeran: Ben Barnes (Tom Ward), Jeff Bridges (Master Gregory), Julianne Moore (Mother Malkin), Alicia Vikander (Alice), Kit Harington, Olivia Williams
Tanggal Rilis: 17 Januari 2014 (Amerika Serikat)


3. Vampire Academy
Sutradara film “Mean Girls” (2004), Mark Waters, mencoba untuk membawa elemen-elemen yang menjadikan film tersebut sukses ke dalam “Vampire Academy”. Waters mencoba untuk meyakinkan bahwa filmnya akan berbeda dengan hasil adaptasi novel remaja pada umumnya yang kelewat serius. Ia menjelaskan bahwa film yang disutradarainya ini punya muatan humor dan lebih ringan. Tapi jujur saja, trailer “Vampire Academy” sama sekali tidak terlihat menjanjikan. Bila nanti hasil filmnya seburuk materi promosinya, sepertinya akan ada banyak penggemar seri buku karangan Richelle Mead yang menangis darah.

Vampire Academy
Sinopsis: Kaum vampir dibagi menjadi dua kubu, Moroi yang hidup damai di antara manusia dan hanya meminum darah dari donor sukarela, serta Strigoi yang membunuh demi mendapatkan darah manusia. Di St. Vladimir’s Academy Rose Hathaway (Zoey Deutch) yang merupakan seorang Dhampir – makhluk setengah manusia setengah vampir – belajar untuk menjadi pelindung kaum Moroi. Namun, ketika Rose bersama Lissa Dragomir (Lucy Fry) kabur dari sekolah dan tertangkap, ia pun harus berusaha untuk melindungi sahabatnya itu di dari dalam St. Vladimir’s Academy, tempat yang kini dianggapnya tak aman.

Sutradara: Mark Waters
Pemeran: Zoey Deutch (Rose Hathaway), Sarah Hyland (Natalie Dashkov), Danila Kozlovsky (Dimitri Belikov), Lucy Fry (Lissa Dragomir), Joely Richardson (Queen Tatiana), Gabriel Byrne (Victor Dashkov)
Tanggal Rilis: 14 Februari 2014 (Amerika Serikat)


4. The Maze Runner
Dengan menampilkan sekumpulan remaja yang mencoba untuk bertahan hidup di tengah tempat tertutup yang berbahaya, mau tak mau “The Maze Runner” pasti akan dibandingkan dengan “The Hunger Games”. Tetapi, bila “The Hunger Games” punya Katniss Everdeen dan plot percintaan yang lumayan menonjol, “The Maze Runner” yang ditulis oleh James Dashner punya tokoh utama remaja pria amnesia yang lebih banyak bergelut dengan misteri daripada romansa. Variasi perspektif sangat penting supaya adaptasi novel remaja tidak terlihat sama satu dengan yang lain. Lagipula, novel remaja tak semuanya bercerita mengenai seorang gadis remaja kuat yang mencoba untuk mengguncangkan sistem atau menyelamatkan dunia, ‘kan? 
The Maze Runner

Sinopsis: Thomas (Dylan O’Brien) terbangun dalam sebuah lift tanpa ingatan apapun kecuali namanya sendiri. Ia pun masuk ke dalam sebuah tempat yang dinamakan The Glade, dimana 60 remaja putra harus belajar hidup bersama di sebuah lingkungan berbahaya yang dikepung oleh sebuah labirin. Meski telah berada di sana selama beberapa tahun, belum ada yang pernah lolos keluar labirin ini. Tiap 30 hari, seorang remaja baru pun tiba di tempat ini melalui lift yang sama. Suatu hari, penghuni baru The Glade datang. Namun, tidak seperti biasanya, orang baru yang datang adalah seorang gadis koma yang membawa sebuah catatan aneh. Setelahnya, segala sesuatu pun mulai berubah.

Sutradara: Wes Ball
Pemeran: Dylan O'Brien (Thomas), Will Poulter (Gally), Kaya Scodelario (Teresa), Thomas Brodie-Sangster (Newt), Patricia Clarkson (Ava Paige), Aml Ameen (Alby)
Tanggal Rilis: 14 Februari 2014 (Amerika Serikat)


5. Divergent
Dibandingkan beberapa film lain di daftar ini, “Divergent” termasuk salah satu yang dijagokan untuk mencetak kesuksesan. Pertama, seri novel karya Veronica Roth ini punya banyak penggemar. Kedua, Shailene Woodley sebagai pemeran utama punya rekam jejak akting yang mengesankan melalui “The Descendants” (2012) serta “The Spectacular Now” (2013). Plus, Kate Winslet juga turut bergabung sebagai pemeran antagonis. Sang sutradara, Neil Burger, memang belum teruji untuk membuat film dengan banyak adegan aksi. Namun, melalui “Limitless” (2011) dan “The Illusionist” (2006), Burger telah membuktikan bahwa dengan materi yang menarik, ia dapat membuat sebuah film yang menghibur.

Divergent
Sinopsis: Di masa depan, dunia terbagi dalam beberapa faksi – Candor bagi yang jujur, Abnegation bagi yang tidak mementingkan diri sendiri, Dauntless bagi yang berani, Amity bagi yang menyukai kedamaian, serta Erudite bagi yang cerdas. Tris Prior (Shailene Woodley) yang telah dewasa diharuskan untuk memilih satu faksi yang harus dipegangnya teguh seumur hidup. Meski akhirnya membuat pilihan tersebut, Tris menyimpan sebuah rahasia besar. Dirinya adalah seorang “divergent” yang berarti bahwa ia tidak benar-benar pas untuk faksi manapun. Dalam dunia yang dihuninya, hal ini bisa mendatangkan kematian bagi Tris. Tetapi, rahasia ini dapat digunakannya untuk menyelamatkan orang-orang yang dikasihinya. Meski demikian, bila salah langkah, justru ini akan membahayakan nyawa mereka.

Sutradara: Neil Burger
Pemeran: Shailene Woodley (Beatrice 'Tris' Prior), Kate Winslet (Jeanine Matthews), Miles Teller (Peter), Theo James (Four), Ashley Judd (Natalie Prior), Ray Stevenson (Marcus Eaton)
Tanggal Rilis: 21 Maret 2014 (Amerika Serikat)

Sumber : Yahoo

Minggu, 10 November 2013

IN TIME : Waktu adalah Nyawa...

sumber : google
Sinopsis
Di masa depan nanti, uang sudah bukan lagi sesuatu yang berharga. Waktu telah menggantikan posisi uang. Orang rela mati demi waktu karena tanpa waktu mereka sudah tak ada artinya lagi. Karena waktu pula Will Salas (Justin Timberlake) jadi buronan. Ia dituduh telah mencuri waktu.
Saat itu umur semua orang berhenti pada saat mereka mencapai usia 25 tahun. Setelah itu, pada tangan mereka akan dipasang jam yang akan menentukan kapan mereka akan mati. Mereka yang kaya mampu membeli perpanjangan umur sementara mereka yang miskin harus berjuang keras untuk mendapatkan perpanjangan waktu.
Will Salas bukanlah orang kaya dan karena itu pula ia langsung menjadi tertuduh saat tiba-tiba Will mendapat warisan umur dari salah satu orang terkaya di sana. Yang jadi masalah, ada petugas korup di dalam badan penegak hukum yang dikenal dengan sebutan Timekeeper. Tak ada pilihan lain buat Will Salas selain berusaha meloloskan diri dari Timekeeper.
Dari sekian banyak film bertema masa depan, IN TIME bisa jadi cukup segar walaupun konon film ini sempat tersandung masalah legalitas. Kabarnya naskah film ini terlalu mirip dengan sebuah cerita pendek yang sempat dipublikasikan sebelumnya. Terlepas dari masalah itu, IN TIME tetap cukup menarik untuk ditonton walaupun di sana-sini masih ada beberapa kejanggalan.
Masalah terbesar yang dihadapi film bertema fiksi ilmiah adalah 'rasa percaya'. Yang di sajikan di sini jelas bukan sesuatu yang nyata tapi paling tidak harus ada dasar logika yang membuat penonton tak merasa 'dibohongi'. Secara garis besar IN TIME sudah cukup memenuhi syarat untuk dibilang 'logis' walaupun kalau diperhatikan dengan seksama, masih ada beberapa kejanggalan yang seharusnya sudah dipikirkan sejak awal.
Dari sisi akting, Ada dua potensi yang sepertinya tersia-siakan. Kita sempat dimanjakan dengan akting memukau Justin Timberlake di THE SOCIAL NETWORK sementara peran Cillian Murphy sebagai Robert Fischer di film INCEPTION juga tak bisa dipandang sebelah mata. Sayang rasanya kalau mereka berdua mendapat peran yang sebenarnya 'kurang menuntut' seperti dalam film ini

Jumat, 08 November 2013

Oscar 2014 Umumkan Daftar 19 Kandidat Film Animasi Terbaik


Panitia penghargaan tertinggi dunia perfilman “Oscar 2014” baru saja secara resmi mengumumkan daftar kandidat film-film animasi terbaik tahun ini.
Daftar ini memuat 19 judul film animasi yang akan memperebutkan piala emas Oscar di

Minggu, 20 Oktober 2013

Film-film Yang akan Tayang di Tahun 2014


2014 akan diramaikan film-film spektakuler yang layak untuk ditunggu. Fim-film paling populer seperti Transformers 4, The Amazing Spider-Man 2 dan X-Men: Days of Future Past dipastikan akan diputar 2014. Selain itu ada pula film-film yang akan membangkitkan memori kita di masa lalu seperti Robocop dan Ninja Turtles. Berikut ini adalah film-film yang paling ditunggu 2014.

1. The Amazing Spider-Man 2


 Dalam The Amazing Spider-Man 2, kehidupan Peter Parker (Andrew Garfield) disibukkan dengan memberi pelajaran kepada kriminal serta menghabiskan waktu dengan wanita yang dicintainya, Gwen (Emma Stone). Peter juga belum melupakan janjinya pada ayah Gwen yang tewas akibat serangan The Lizard, bahwa ia akan menjauhi hidup Gwen demi keselamatannya. Namun janji itu sulit dijalankan Peter.
The Amazing Spider-Man 2 akan mulai tayang di bioskop 2 Mei 2014.

Senin, 12 November 2012

Hachiko: A Dog's Story (2009)

Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor doggy. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor doggy kepada tuannya.
Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor doggy kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan doggy dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun.
Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali.. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.
Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.
Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.
Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan doggynya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.
Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada doggynya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan," saya akan menunggu tuan kembali."
" doggy manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!" teriak pegawai kereta setengah berkelakar.
Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,"guukh!"
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.
Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.
Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.
Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan doggy itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.
Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.
Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.
Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi doggy itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.
Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor doggy yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor doggy yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.
Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor doggy yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. doggy itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.
Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan doggy itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.
Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan doggy itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiko saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiko pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.
Film ttg kisah hachiko dibuat di jepang tahun 1987 dgn judul "Hachiko Monagatari". Film ini byk memperoleh penghargaan... Dan versi hollywoodnya dibuat dgn judul "Hachiko : A Dog's Story" (Starring and Co-Producted by Richard Gere).


Minggu, 25 Desember 2011

Three Idiots

Jenis Film Drama
Pemain : Aamir Khan, Kareena Kapoor,
Sharman Joshi, Madhavan


Saya rada-rada tak begitu tertarik pada film Bollywood yang ceritanya mirip sinetron Indonesia :-|
Tapi untuk film ini,
harus ada pengecualian. Film ini bagus. Sangat Bagusssss.

Wal
aupun adegan nyanyi-nyanyi dan menarinya (dan pasti pake acara ujan-ujanan) saya lewatkan, 98% lainnya saya tonton.
Kritik soal dunia pendidikannya sangat mencerahkan. Bahwa pendidikan harus lebih peduli soal nilai, bukan soal apa si anak dapat pendidikan/pengetahuan di sekolahan. Selain itu, spirit persahabatannya juga mantap.

Faktor lain yang bikin film ini rada 'geli' buat ditonton, si Aamir Khan sendiri
sudah kepala 4, tapi masih bisa main jadi anak kuliahan. Untung masih pantas..tapi kualitas aktingnya okelah. Yang belum nonton, segeralah nonton. 

MEET JOE BLACK

Jenis : Film Drama
Pemain : Brad Pitt, Anthony Hopkins, Claire Forlani

Seperti bernostalgia saat menonton film ini, saya jadi ingat waktu pertama nonton ini dulu, saat masih kuliah. Sambil kerja proposal. Eh…..
Brad Pitt masih
terlihat imut saat itu. Cerita dari film ini sederhana saja. Tipikal film tahun 90-an. Cerita yang sederhana namun dengan karakter yang sangat powerful. Minim special effect, jadi karakternya yang bicara. Tidak seperti kayak kebanyakan film sekarang. Meet Joe Black menurut saya, film sepanjang masa :) Romantis tapi tak cengeng. Adegan intimnya pun tak vulgar kayak film sekarang. Scene nya bagus, unsur seni, emosinya dapat walaupun tanpa dialog, atau suara. Ceritanya bagus walaupun sederhana banget, dialognya emang datar tapi emosinya kuat. Oh I love this movie :)