Kekerasan Seksual pada anak

Istilah pacaran sungguh sangat tidak asing di masa sekarang ini. Bahkan anak usia SD pun sudah nampak sangat fasih bicara soal pacaran. Mungkin ini akibat maraknya lagu menyebutkan kata cinta, pacar, sayang, dan lain sebagainya

Surat Untuk Nona Rambut Tabongkar 2

Teruntuk beta pung Nona rambut tabongkar tersayang... Apa kabar, sayang? Entah ini hari yang ke berapa katong su sonde saling bertegur sapa. Ya. Bukan waktu yang lama memang, tapi su cukup untuk membuat beta merindukan senyum dan sapaan hangat dari nona.

Kamu pasti tau kenapa ini tercipta....

SEPI bukan berarti HILANG... DIAM bukan berarti LUPA... JAUH bukan berarti PUTUS... SENDIRI bukan berarti MATI... Yang pasti saat MATI, tentu SENDIRI....

Pada Suatu Hari....

Pasti akan ada satu hari. Di mana kamarku mendadak senyap. Tanpa celotehan dan suara nada dering ponsel, serta tak ada lagi suara dari putaran kipas angin laptop.

Belajar dari Lentera Alam Learning Community for Women and Children

Kemarin perempuan muda, cantik dan bersahaja itu berkata pada saya, "tak harus mengeluarkan banyak uang untuk bisa membahagiakan dan menyenangkan anak-anak

Tampilkan postingan dengan label Kumpulan titik titik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan titik titik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Mei 2014

Alasan

Selalu ada alasan…
Mengapa kamu ingin mengejar mimpi
Mengapa kamu bisa berada di kota itu sekarang
Mengapa ada hal-hal yang tak pernah kau ucap, namun selalu kudengar

Pasti ada alasan…
Mengapa saat itu kita ada di tempat yang sama
Mengapa kamu bisa bertemu seorang teman lama
Dan akhirnya tak ada lagi kita

Kuyakin, dia punya alasan…
Untuk menyuruhmu tawarkan secangkir kopi sebelum saatnya gereja

Meski tertunda menjadi temu yang berbeda
Dan buat waktu berlalu tanpa terasa

Segala sesuatu tentu ada alasan…
Segala sesuatu akan indah pada waktunya....
Seperti yang pernah kamu katakan sedih itu ada batas nya
dan senang itu ada ending nya....Nikmati saja ...

Kamis, 09 Januari 2014

Coffeelove

Dia menyeduh kopi
Entah cappucino, arabika atau robusta.
Saya cuma ingin menyeduh Dia.
Dia yang akan saya beri nama...
mungkin cinta.
Bisa kupahami hatinya yang baik itu.
Pada waktunya aku mesti kau lepas..pergi...

Jumat, 03 Januari 2014

Semoga aku tak terlanjur berlalu

Mari kita menepi dan sedikit berefleksi diri
Di suatu tempat, yang seharusnya kau lengkapi
Tak apa, toh aku tak benar-benar sendiri
Aku sedang berbincang dengan beberapa lapis kenangan yang menolak pergi

Lampu jalan, angin malam, sekotak ketenangan
Disusul potongan-potongan senyum saat kutipan candamu melintas di ingatan
Benar, aku memang seorang pikun yang kadang sulit melupakan
Juga seorang kikuk yang terlalu pandai menjahit khayalan

Tulisan ini, mungkin tak berarti apa-apa
Selain racauan asal dari hati yang mencoba legawa
Atau gejolak dari noda-noda rindu yang tersisa?
Mungkin saja…

Aku cukup tau diri bahwa aku sudah tak kau butuhkan lagi saat ini...
Yang jelas kamu pasti tahu, aku sangat membutuhkanmu...

ahh...sudahlah...
lanjutkan semua peranmu dalam panggung sandiwara ini..
dalangi semua kalut ini hingga kau bertemu jemu..
semoga aku tak terlanjur berlalu...

Selasa, 24 Desember 2013

Natalku dan Nakalmu...

Mereka bilang ini hari natal
Hari saat anak-anak bengal menyesal
Tak dapat hadiah
Dikejar mahluk hitam menakutkan

Hari ini natal
Hari saat aku yang bukan anak-anak tak pantas kesal
Walau semua dongeng santa claus ternyata hanya khayal
Dan pohon natal sudah terlalu mahal

Natal
Cuma rangkaian sebuah kata dengan dua huruf ‘a’
Hingga jika diucap terdengar riang
Seperti cerahnya ruang hati yang dulu dipenuhi mimpi

Natalku
Selalu penuh ingatan tentangmu
Yang terlalu nakal menempati tiap jengkal angan
Sampai aku begitu penuh olehmu, tak ada lagi tempat bagi lain hal

Untukmu
Tak sedikitpun ada ragu sebelum kutukar semua natalku
Dengan nakalmu yang buatku jadi anak bengal tanpa setitikpun sesal

Kamis, 19 Desember 2013

Kamu pasti tahu kenapa ini tercipta....

SEPI bukan berarti HILANG...
DIAM bukan berarti LUPA...
JAUH bukan berarti PUTUS...
SENDIRI bukan berarti MATI...
Yang pasti saat MATI, tentu SENDIRI....

Tapi....
Lihat, aku masih di sini...
masih punya 2 mata walau tak bisa melihatmu lagi...
masih punya 2 tangan walau tak bisa menyentuhmu lagi...
masih punya 2 kaki walau tak bisa berjalan bersamamu lagi...

Tapi...
aku masih punya 1 lidah yang selalu mengucapkan doa untukmu...
aku masih punya 1 hati yang selalu mengingat dan menyayangimu....

Seperti yang sudah pernah kukatakan padamu :
aku sudah memutuskan
Menjadi orang terbodoh di mata dunia,
dibanding harus berlagak TULI pada satu-satunya hati yang kupunya...

aku lebih memilih SEPI, DIAM, JAUH dan SENDIRI,
daripada harus MENIPU satu-satunya hati yang kupunya...

aku rela kehilangan teman-teman baikku,
daripada harus terus menerus BERTENGKAR dengan satu-satunya hati yang kupunya.....

dan pada akhirnya....
walau kamu tak mungkin membaca ini,
tapi kamu pasti tahu kenapa ini tercipta....






Mama....

Mama…
Sakit rasanya melihatmu lemah
Tergeletak lemas
Dalam dinginnya dinding rumah sakit

Mama…
Sedih rasanya
Melihat infus menggantung
Mengalir menuju darahmu

Mama…
Maafkanlah diriku
Yang telah berdosa
Dan sering menyakiti dirimu

Mama…
Cepatlah pulang
Aku sayang kepadamu
Aku selalu berdoa
Agar dirimu selalu sehat
Dan dilindungi oleh-Nya

Kupang, 7 Desember 2013
@ruang tunggu ICCU RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang


Selasa, 17 Desember 2013

Hello December....Mumumu

Pada setiap perjumpaan, ada perpisahan yang selalu siap datang kapan saja. Di tengah-tengah suasana yang tampak serba sempurna itu, seseorang yang dulu sempat bertanya tentang cita-cita saya, tiba-tiba mundur teratur dan hilang perlahan. Padahal cita-cita utama saya adalah membuktikan bahwa jawaban saya itu bukan hanya sekadar kalimat klise dan kalau berhasil mewujudkannnya, maka akan saya ajak dia untuk merayakannya sebagai rasa syukur dan terima kasih.
But, well… Life must go on…
Satu pelajaran yang akhirnya benar-benar saya pahami selama setahun ini adalah meskipun saya tampak seolah berjalan sendirian, tapi saya tak pernah benar-benar sendirian. Masih ada pendengar yang lebih baik, yang siap mendengarkan segala cita-cita dan harapan saya tiap waktu, bahkan tak segan-segan untuk mewujudkannya. Ia, yang duduk di atas sana, yang selalu mengawasi juga melindungi saya dan seluruh anak-Nya di dunia… :)
Have a great December! :)

Minggu, 15 Desember 2013

Bisakah...??

Pagi menelan bintang dalam terang, mungkinkah mimpi terukir kembali di pasir pantai di mana kakimu langkahi jejak sunyiku. Bukankah harus ku jaga ruang kosong dibenak demi sempurna kudengar tiap bunyi dan gema suaramu

tentang cahaya senyuman
tentang hangat dekapan
tentang perih tikaman

takkan kupertanyakan apapun lagi; agar kau boleh selalu singgah di beranda rumahku
berbagi sigaret dan secangkir kopi, dan lihat; jejak asap itu buru-buru berhambur ke arah langit membawa ingatan nafasmu pada nikmat tiap hela dan hembus udara, hilang tertiup harum bungamu dan aroma musim hujanku

biar saja semua bentuk mengutuk rasa ; percaya pada tulusnya dosa ; demi rindu, ingin kubaca setumpuk catatan berdebu disudut ruang, satu per satu, sebelum habis waktu; sebelum pahit empedu di lidahmu menyita manis kata-kata di ujung jarimu.

lalu; kita mejelma serangga saja, agar sebutir gula senilai permata
bisakah..??

Rabu, 13 November 2013

Sederhana dan Bodoh....


Di sudut itu, kita memulai segalanya.
Mewarnai dunia dengan kumpulan titik-titik
menjadi celoteh aksara kita.
Mengejakan huruf demi huruf
yang tak pernah mengenal kata menyesal, lelah apalagi malu.
Kita bahkan sudah selangkah lebih berani dari mereka.
Bertemu,
berpelukan penuh hasrat,

Selasa, 12 November 2013

Sweetie....

Kau pernah bilang, sapaan itu tak tergantikan. Sapaan dari seseorang yang sangat amat berarti untukmu. Kini aku cukup tahu diri, jika seseorang yang amat berarti bisa tergantikan, apatah lagi dengan sampah sepertiku....

Dan pada akhirnya, harus aku akui, aku hanyalah sampah yang harus selalu siap jika tiba saatnya untuk dibuang...terimakasih banyak atas pembelajaran hidup ini...

Kamis, 07 November 2013

oh...oh...Timor...

dulu tanah Timor, walau kering kerontang
tp ada cendana dan gaharu yg mengharumkannya
dulu tanah Timor, walau gersang
tp ada ribuan ternak sapi, kerbau dan domba yg diekspornya.....
dulu tanah Timor, walau yg terihat hanya batu karang
tp ada "kangkung oeba" yg terkenal nikmatnya dan ada apel so'e yg ranum
dulu di tanah Timor, walau banyak penghuninya yg tak beragama dan buta huruf
tp mereka lebih bisa "menghargai dan melindungi" hutan dan batu sebagai ciptaan Yang Kuasa

tp sekarang.....lihatlah apa yg terjadi.....oh...oh...Timor...oh..oh Timor.....
kini tak ada lagi wangi cendana dan gaharu,
yg tersisa hanya bau comberan milik mereka yg kenyang setelah menjual cendana dan gaharu
kini ternak harus di impor dari luar.....
kini kangkung oeba yg lezat tinggal nama dan apel yg ranum tinggal cerita
kini hutan digunduli dan batu di jual...oleh mereka yg mengaku beragama dan berpendidikanoh...oh...Timor...oh..oh..Timor.....

Sabtu, 02 November 2013

The Last Note .....

Aku kembali ke kamar, berpikir sambil tersenyum sendiri, mengingat kau begitu penting. Ya, aku tahu itu, kau begitu penting untuk banyak orang, bukan untukku saja. Tak ada yang bekerja dan bicara macam kau, tak ada yang bisa. Beberapa kemungkinan dan pemikiran tiba-tiba menyusup dalam kepala, entah kenapa bisa begitu. Kurasa aku egois dengan perasaanku. Kau terlalu hebat untukku, aku terlalu naïf merasa bisa jadi penting, untukmu. Betapa aku sedih mengingat semua kekosongan yang telah dan masih akan kita bagi. Kau terlalu bagus untukku, untuk bicara denganku, saling pandang, tertawa bersama, menangis bersama. Tak bisa kutulis dengan kata-kata, betapa aku merasa sangat buruk telah memilikimu untuk diriku saja.  Aku minta maaf padamu, untuk setiap waktu yang kuambil, untuk setiap kata yang terucap, untuk setiap ruang hampa dalam hatimu, aku tak bisa memenuhimu...

Menjauh....

Bagaimanapun malam pasti berganti pagi, gelap berubah terang. Pergantian hari dan lokasi membuat harapanku menyala, kalau dia bukan seorang manusia mungkin dia takut cahaya, kalau dia manusia dia akan lelah, berhenti berjalan menjauhiku hingga aku bisa lagi mendengar ucapannya.

Kamis, 31 Oktober 2013

You're my everything...

Kau datang lagi malam ini, mungkin cantik bulan sabit membuatmu rindu pada senyumku. Kau datang, dengan sebuah permintaan. “Tolong tuliskan untuk ku sesuatu ... Sesuatu tentang aku ...” pintamu. Aku bertanya pada sepi, apa yang bisa kutuliskan untuknya malam ini? Aku bingung mau menulis apa tentangnya.

"Baiklah akan kutuliskan tentang keindahan hari ini." Gumanku dalam hati.
Aku menuliskan tentang cemerlang bintang dan lengkung bulan sabit yang tergantung di langit.

"Tahukah kau, untuk siapa bintang dan bulan menyalakan malam? Untuk mereka yang rela menghabiskan malam tanpa dinding dan atap rumah" tandasku

Kau selalu begitu, selalu pintar menumbuhkan embun di jendela hatiku. Embun yang rapuh, hanya berkilau sebentar sebelum hilang ditelan cahaya.

"Kalau begitu tuliskan tentang kehidupan di benakmu." pintamu

Aku mencoba menuliskan tentang anak-anak kucing yang baru lahir. Tentang anak-anak ayam yang muncul dari retakan telur. Tentang seekor bebek yang tinggal bersama sekumpulan ayam, kulihat itu siang tadi, sungguh. Tentang sebuah empang yang jadi saksi sebutir bulatan hitam kecil berlendir, yang berubah jadi mahluk mungil penakut berekor panjang, namun waktu menghilangkan ekor sekaligus sifat penakutnya, mengubahnya jadi mahluk angkuh yang duduk di atas daun teratai sambil bernyanyi kencang, mungkin dikiranya suara paraunya lebih memikat dari bunga-bunga teratai.

Senin, 28 Oktober 2013

Mungkin akan kau lupakan....

Sudah terlampau sering aku merasa kehilangan. Kehilangan uang, kehilangan teman, kehilangan jalan, bahkan juga kehilangan tuhan. Sesaat setelah menyadari kehilangan selalu enggan aku bertanya, cuma menunduk sebentar lalu mengangguk, menghabiskan satu botol ingatan pahit dalam sekali teguk. Biasanya segera kutemukan kembali yang hilang meringkuk sembunyi di sudut, merajuk sambil menuntut supaya lain kali kujaga lebih hati-hati. Tapi saat ini aku sungguh khawatir tentang siapa yang akan menunduk lalu mengangguk dan meneguk satu botol ingatan pahit kalau aku sudah tak ada lagi. Mungkinkah yang hilang bisa menemukan kembali dirinya sendiri. Atau tuhan, jalan, teman, dan uang mau meluangkan waktu mencariku.

Minggu, 20 Oktober 2013

Utuh dan Kuat...

Lelehan lilin menjejak putih,
membeku udara,
belajar bercakap dengan gerimis
yang jatuh dari alismu,
di mana daun-daun kering mengubur ingatan

Rabu, 16 Oktober 2013

Sudahlah....


Dan akhirnya,
sebisaku saja, ku simpan rapat-rapat semua.
melupakan bukan berarti melepaskan.
hanya saja,
mencoba untuk tidak mengingat kalau rasa ini pernah ada.
sudahlah.....
kehilanganmu sudah cukup menyakitkan
tak kucampuri lagi semua persoalanmu.
mulai sekarang,
aku tidak akan lagi angkat bicara.
karna memang aku bukan apa-apa,
karna aku bukan siapa-siapa,
dan karna aku, bukan yang punya segalanya...

Senin, 14 Oktober 2013

Dear...


Aku masih di sini, walau jenuh mengurai kata, tak lagi berhasrat menjalin kalimat jadi tali pengikat jiwa pada tiang mimpi tertambat. Tak ada yang sia-sia dari semua sisa-sisa. Jika kau mengerti betapa kau kujaga dari segala luka.

Aku masih di sini, dengan setangkup rindu. Seperti yang pernah kau katakan bahwa rindu adalah tali penguat cinta. Membuat jumpa lebih bernyawa. Tali penguat cinta kita kali ini sungguh menjeratku...meregang nyawa.

Sekarang tak boleh lagi pura-pura, harus dengan sepenuh hati ucapkan doa,
bukan kata cinta, pun saat kukatakan cinta padamu.

Cinta yang coklat, padat dan manis. Mimpi-mimpi yang mint, sejuk dan bening:
sudah habis rasa di ujung lidah.

Kini, rasa dahaga terus berjaga, menjaga segala yang berharga: Kau…

Minggu, 13 Oktober 2013

When i was your man....

Bruno Mars says, when i was your man, Should have given all my hours when I had the chance. Take you to every party, Cause all you wanted to do was dance. But, i says, when i was your man, i don't need a party to get dance with you....

Kamis, 10 Oktober 2013

Asal kamu tau saja....

Asal kamu tau saja, menulis tentangmu,
kata-kata berhamburan di pinggir airmata,
persis pasir di tepi samudera.
tak akan pernah habis
meski ku sia-siakan untuk menulis
bermil-mil surat cinta rahasia kita.